Sunday, April 12, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Forum Intelektual Muslim Banua Soroti Serangan AS-Israel ke Iran sebagai Momentum Persatuan Umat

    BANUASYARIAH, Banjarmasin – Forum Intelektual Muslim Banua sukses menggelar acara “Dialog Politik dan Buka Puasa Bersama Tokoh Banua” di Banjarmasin, Sabtu (14/03/2026). Di tengah gejolak geopolitik Timur Tengah, acara ini mengangkat tema sentral: “Serangan AS-Israel ke Iran: Momentum Persatuan Umat dan Kebangkitan Islam”.

    Pemateri pertama, Hasbi Aswar, Ph.D., yang merupakan Dosen Universitas Islam Indonesia dan Ahli Hubungan Politik Internasional, menyoroti kronologi konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026. Hasbi memaparkan bahwa perang ini berdampak signifikan pada dunia, khususnya ancaman krisis minyak bumi karena gangguan di Selat Hormuz.

    Di sisi lain, Hasbi menyoroti sikap negara-negara muslim di kawasan Timur Tengah.

    “Negara-negara yang tadi saya sebutkan itu negara-negara yang menjadi tuan rumah dari pangkalan militer Amerika Serikat,” ungkapnya.

    Ia merasa sedih melihat kecenderungan beberapa negara muslim yang justru siap menjadi pion Amerika Serikat dan Israel, alih-alih mengecam serangan tersebut.

    Sementara itu, pemateri kedua, Guru Dr. Wahyudi Ibnu Yusuf, M.Pd., membedah akar permasalahan dari kacamata sejarah. Mudir Ma’had Darul Ma’arif tersebut menjelaskan bahwa kekuatan umat Islam dilemahkan melalui politik pecah belah Barat, salah satunya lewat Perjanjian Sykes-Picot tahun 1916. Menurutnya, paham nasionalisme menjadi biang kerok yang menyekat-nyekat umat Islam saat ini.

    “Kita mesti mencabut akar pemikiran nasionalisme itu dari hati dan pikiran umat Islam,” tegas Dr. Wahyudi.

    Sebagai solusinya, ia merekomendasikan penyatuan kembali negeri-negeri Islam di bawah satu kepemimpinan politik, dan menerapkan syariat Islam secara kafah.

    Merespons pertanyaan mengenai senjata strategis, ia juga menyatakan sepakat bahwa dunia Islam diwajibkan untuk mengembangkan nuklir sebagai bentuk persiapan kekuatan yang menggentarkan musuh.

    Dinamika diskusi semakin hangat dengan tanggapan tegas dari peserta luring, Datuk Cendekia Hikmadiraja Ahmad Barjie B. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak lagi terjebak dalam perdebatan sektarianisme. Ia menekankan bahwa tidak relevan lagi mempersoalkan sekte ketika ada pihak yang sudah mengorbankan nyawa dan darahnya untuk melawan Israel dan Amerika.

    “Setelah Syiah ini nanti mampu mereka kalahkan, mereka akan menyasar juga umat Islam yang lain, tidak peduli Suni atau Syiah,” tegas Ahmad Barjie, memperingatkan bahwa musuh tidak mengenal batas sekte.

    Acara diskusi yang juga diikuti secara daring oleh peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan ini berjalan lancar. Kegiatan kemudian ditutup dengan kesimpulan dari moderator, pembacaan doa, dan agenda buka puasa bersama para tokoh yang hadir.

    (BS)

    Latest Posts

    spot_img

    Baca Juga

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.