BANUASYARIAH, Banjarbaru — Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah berlangsung khidmat pada Kamis (19/3/2026) di Banjarbaru. Shalat Ied ini diselenggarakan berdasarkan hasil ru’yatul hilal global, di mana hilal dilaporkan terlihat di Afganistan. Sekitar 300 jamaah hadir memadati lokasi pelaksanaan sejak pagi hari.
Bertindak sebagai khatib, Ust. Dr. M. Taufik menyampaikan khutbah yang menekankan beberapa pesan utama, dua di antaranya yaitu pentingnya ketakwaan sebagai buah dari ibadah puasa Ramadhan serta kewajiban kaum Muslim untuk memiliki kepedulian dan pembelaan terhadap sesama umat Islam di berbagai penjuru dunia.
“Takwa sejati pasti melahirkan kepedulian. Orang bertakwa tidak mungkin hidup tenang ketika saudaranya kelaparan. Orang bertakwa tidak mungkin hidup nyaman ketika saudaranya kesusahan atau mengalami penderitaan. Orang bertakwa tidak mungkin diam ketika menyaksikan ragam kezaliman.”

Dalam khutbahnya, beliau juga mengingatkan agar kaum Muslim tidak bergantung kepada pihak-pihak yang tidak berpihak kepada kepentingan umat Islam.
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil sebagai pemimpin kalian dari kalangan Yahudi dan Nasrani (QS al-Maidah [5]: 51).

Karena itu kaum Muslim tentu tidak selayaknya menggantungkan harapan kepada lembaga-lembaga kafir internasional dan kekuatan Kapitalisme global. Termasuk kepada lembaga-lembaga ilegal, seperti Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian, yang jelas-jelas tak akan berlaku adil.”
Dalam bagian lain khutbahnya, khatib juga menyoroti peran kekuatan global dalam berbagai konflik di dunia Islam, serta mengingatkan jamaah agar memiliki kesadaran politik yang kuat terhadap realitas internasional.
“Amerika Serikat sebagai pengusung utama ideologi Kapitalisme global. Sejak tahun 1798-2022, Amerika Serikat telah melakukan 469 kali intervensi militer ke berbagai negara secara brutal. Baik dengan atau tanpa legitimasi internasional,” demikian ujar Ust. M. Taufik.

Pelaksanaan Shalat Ied berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan, diakhiri dengan saling bersalaman antarjamaah sebagai bentuk mempererat ukhuwah Islamiyah.[]



