Monday, July 27, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Ulama Kalsel di Multaqo Nasional: Kapitalisme Sekuler Bawa Kerusakan, Hanya Islam Solusi Kesejahteraan Umat

    BANUASYARIAH, Banjarmasin — Tokoh ulama asal Kalimantan Selatan, Kiai Baihaki Al-Munawar, menyoroti kegagalan sistem kapitalisme sekuler dalam memimpin peradaban dunia. Hal tersebut dirinya sampaikan saat mewakili Kalsel dalam forum Multaqo Ulama Nasional yang diselenggarakan secara hibrida, Ahad (26/7/2026).

    Kiai Baihaki menegaskan, bahwa kepemimpinan bersistem Islam adalah satu-satunya jalan untuk mewujudkan negeri yang aman, makmur, dan damai atau baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.

    Dalam pemaparannya yang dialirkan secara langsung dan disaksikan oleh para ulama se-Nusantara, Kiai Baihaki menyatakan, bahwa sistem kapitalisme sekuler—yang saat ini banyak dihegemoni oleh Amerika Serikat—terbukti tidak layak memimpin dunia. Menurutnya, ideologi buatan manusia ini justru melahirkan berbagai problematika multidimensi.

    “Kapitalisme sekuler telah merusak dunia, membuat fasad dan kerusakan, bukan memberikan keberkahan atau kebaikan. Bahkan, tidak ada bedanya dengan sosialisme komunis yang menjadikan manusia ateis,” tegas Kiai Baihaki di hadapan jemaah.

    Lebih lanjut, dirinya mengkritik keras sistem demokrasi yang dinilai menciptakan kontradiksi antara akidah dan amal perbuatan di kalangan umat Islam. Kiai Baihaki mencontohkan realitas ketika pemimpin dalam sistem sekuler seringkali menuntut ketaatan penuh dari rakyatnya, namun di saat yang sama korupsi merajalela di berbagai lini kekuasaan.

    “Penguasa negeri muslim yang seharusnya diteladani, malah mengambil hukum-hukum buatan manusia atau hukum jahiliah,” imbuhnya menegaskan bahaya meninggalkan hukum syariat.

    Kiai Baihaki mengingatkan umat akan Surah Al-Maidah ayat 3, yang menekankan bahwa Islam adalah nikmat terbesar yang harus diambil sebagai panduan utuh dalam kehidupan, dengan menjadikan Rasulullah saw. sebagai teladan utama.

    “Sudah saatnya kita para ulama tidak boleh mundur sejengkal pun, melainkan harus terus menguatkan semangat untuk menyadarkan umat agar kembali kepada sistem Islam supaya betul-betul tercapai kesejahteraan,” pungkas ulama asal Banjarmasin tersebut.

    Sebagai informasi, acara Multaqo Ulama Nasional ini berpusat di Bogor dan dihelat secara luring maupun daring, diikuti oleh para kiai, habaib, serta tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk simpul jemaah di Banjarmasin.

    Mengusung tema besar “Menuju Indonesia Emas 2045 dengan Islam”, forum ini menjadi ajang konsolidasi pemikiran para ulama dari seluruh provinsi.

    Di penghujung acara, para ulama merumuskan Pernyataan Sikap Ulama Nusantara. Dalam deklarasi tersebut, ditegaskan bahwa kapitalisme yang brutal kini telah usang, dan sosialisme yang sadis telah lama ambruk.

    Para ulama sepakat bahwa kepemimpinan berlandaskan Islam secara kafah adalah ikhtiar mayoritas anak bangsa untuk mencari solusi bangsa, dalam menyongsong Indonesia Emas dan menebarkan rahmatan lil alamin ke seluruh penjuru dunia.

    (BS)

    Latest Posts

    spot_img

    Baca Juga

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.