Thursday, May 21, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Tablig Akbar Muharam 1447 H: Seruan Islam Kafah Menggema di Banjarmasin

    BANUASYARIAH, BANJARMASIN – Masjid besar di Banjarmasin menjadi saksi kemeriahan acara Tablig Muharam 1447 H dengan tema “Hijrah, Merajut Ukhuah, Menuju Islam Kafah”. Kegiatan ini dihadiri ratusan warga yang antusias mengikuti rangkaian acara sejak sore hingga menjelang magrib, Sabtu (19/7/2025).

    Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qari Khairullah, dilanjutkan sambutan dari Ustaz Imam selaku sahibulhajat. Dirinya mengucapkan terima kasih kepada takmir masjid dan seluruh jemaah yang hadir.

    “Tema hijrah kali ini sangat relevan dengan kondisi umat Islam saat ini. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dari acara ini,” harapnya.

    Ust. Habibie kemudian memulai penyampaian materinya dengan pertanyaan interaktif: “Apa arti hijrah menurut jamaah?” Seorang peserta menjawab, “Hijrah adalah berpindah dari yang buruk ke yang baik.”

    Dirinya menjelaskan, hijrah secara bahasa berarti berpindah tempat, namun yang lebih penting adalah makna syar’i-nya.

    “Salat tidak lagi sekadar berarti doa, tapi punya makna khusus dalam syariat, begitu juga hijrah,” tegasnya.

    Kisah hijrah Nabi Muhammad saw. dari Makkah ke Madinah dibahas Ust. Habibie secara mendalam.

    “Hijrah Nabi bukan karena lari dari siksaan Quraisy, tapi karena kesiapan masyarakat Madinah menerima Islam, dan menjadikan beliau sebagai pemimpin agama sekaligus negara,” paparnya.

    Ust. Habibie menutup dengan doa dari QS. Al-Isra: 80, yang dibaca Nabi saat akan hijrah, seraya menegaskan bahwa hijrah sejati adalah menuju sistem Islam yang kafah.

    Berikutnya dalam tausiah kedua oleh Ustaz Faisal, mengangkat tema “Merajut Ukhuah Islamiah Menuju Islam Kafah”. Dirinya pun mengakui, ukhuah di era modern saat ini semakin melemah.

    “Lihatlah Gaza, sejak 7 Oktober 2023, umat Islam tertindas, tetapi tidak ada pemimpin negeri muslim yang bertindak tegas,” sindirnya.

    Ust. Faisal kemudian menyoroti penyebab kerusakan ukhuah, di antaranya akibat paham nasionalisme dan tidak adanya institusi pemersatu umat.

    “Dulu, khilafahlah yang menyatukan umat Islam. Inilah sistem yang dicontohkan khulafaurasyidin,” tekannya.

    “Sudahkah kita berislam secara kafah? Jika ingin hidup berkah dan ukhuah kuat, kita butuh penerapan syariat Islam secara menyeluruh dalam naungan khilafah,” sambung Ust. Faisal.

    Acara ditutup dengan doa bersama, memohon kekuatan iman, persatuan umat, dan kejayaan umat Islam di masa depan.

    Kegiatan ini sukses mengingatkan umat tentang pentingnya hijrah hakiki, memperkuat ukhuah, dan memperjuangkan Islam kafah, sebagai pemicu semangat perubahan menuju kehidupan yang Islami dalam bingkai khilafah.

    Kontributor: Abah Tsaqif

    Latest Posts

    spot_img

    Baca Juga

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.