Monday, February 16, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Genosida Gaza, Titik Kelam Sejarah Manusia  

    BANUASYARIAH, Banjarbaru – Kondisi terpuruknya Gaza telah menjadi tema diskusi peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ, pada Jumat (3/10/2025) di Banjarbaru.

    Sebagaimana diketahui, genosida di Gaza telah mencapai titik paling kelam dalam sejarah modern, dengan pembunuhan massal, penghancuran infrastruktur sipil, dan penderitaan rakyat yang dikurung dalam blokade total.

    Serangan brutal disertai genocide by starvation -genosida melalui blokade pangan hingga terjadi kelaparan, membuat ribuan anak mati kelaparan di tengah dunia yang seolah hanya menonton.

    Tragedi ini memicu gelombang demonstrasi global dan aksi kemanusiaan seperti Flotilla Sumud yang berusaha menembus blokade untuk menyampaikan bantuan dan suara kemanusiaan.

    Pasca sidang PBB, muncul upaya perdamaian yang digawangi Donald Trump dan sekutunya, namun langkah ini justru menimbulkan kecurigaan besar. Umat Islam kembali diseret dalam rancangan yang dikendalikan kekuatan asing, di mana perdamaian lebih berpotensi melanggengkan penjajahan daripada memulihkan keadilan bagi rakyat Gaza.

    Untuk itu umat Islam mesti berjuang demi persatuan dan kemulian Islam meski kondisi umat Islam saat ini jauh dari ideal bahkan mengalami penjajahan di beberapa wilayah.

    Dalam upaya menyatukan umat Islam, narasumber yakni Tuan Guru Dr Muhammad Taufik NT menegaskan konsep persatuan seperti memahami rukun dalam ibadah. Menurut beliau, “Rukun persatuan umat Islam ada tiga: umatnya, konsepnya dan wadahnya. Individunya dipahamkan, konsepnya diterapkan, dan wadahnya harus diadakan. Wadahnya ini adalah khilafah seperti disebut di beberapa hadits nabi,” ujar beliau.

    Dengan memahamkan individu, menghidupkan konsep Islam, dan menyediakan wadah yang benar, persatuan umat Islam dapat diwujudkan meskipun kondisi saat ini penuh tantangan.

    Lebih lanjut, Guru Muhammad Taufik mengingatkan akan kepastian pertolongan Allah dengan menyitir perkataan ulama, Ibnul Atsir (w. 630 H), “Jika Allah menghendaki terjadinya suatu perkara maka Dia akan membuat dan merancang sebab-sebab agar perkara itu terjadi,” tandasnya. (BS1)

    Latest Posts

    spot_img

    Baca Juga

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.