Monday, February 16, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Maulid di Handil Bakti, Guru Wahyudi: Penguasa Muslim, Termasuk Prabowo, Harus Ikuti Sunah Nabi dalam Bernegara

    BANUASYARIAH, Barito Kuala – Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ma’arif Banjarmasin Guru Dr. Wahyudi Ibnu Yusuf, menyerukan agar para penguasa di negeri-negeri muslim, termasuk Prabowo, meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad saw. secara menyeluruh, tidak hanya dalam urusan ibadah tetapi juga dalam tata kelola negara, politik, dan ekonomi. Pesan tegas ini disampaikannya dalam Peringatan Maulid 1447 H di Masjid Jami Sayyidah Fathimatuzzahro Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan.

    Di hadapan jemaah yang memenuhi masjid, Guru Wahyudi menyoroti peran Nabi Muhammad saw. bukan hanya sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai kepala negara. Ia merujuk pada sejarah Nabi yang mengirimkan surat dakwah kepada sembilan raja dan penguasa dunia pada masanya, seperti Raja Muqauqis di Mesir dan Kaisar Heraklius dari Romawi.

    Kriteria Pemimpin Terbaik dan Terburuk

    Guru Wahyudi juga mengutip sebuah hadis riwayat Imam Muslim mengenai kriteria pemimpin terbaik dan terburuk. Pemimpin terbaik, menurutnya, adalah mereka yang mencintai rakyatnya dan dicintai oleh rakyatnya. Selain itu, pemimpin dan rakyatnya saling mendoakan kebaikan.

    Sebaliknya, pemimpin terburuk adalah mereka yang membenci rakyat dan dibenci oleh rakyatnya.

    “Rakyatnya dicekik dengan macam-macam pajak,” ujarnya memberikan gambaran. Guru Wahyudi menyebut, bahwa pemimpin seperti itu dan rakyatnya akan saling melaknat.

    Refleksi Maulid dan Persoalan Umat

    Dalam ceramahnya, Guru Wahyudi mengajak jemaah untuk merenung. Ia mempertanyakan mengapa setelah 77 tahun Palestina terus terjajah, padahal peringatan maulid dirayakan berulang kali setiap tahun di seluruh dunia.

    “Adakah yang salah dari peringatan maulid-maulid kita? Jangan-jangan kita belum meneladani Rasulullah secara keseluruhan,” ungkapnya.

    Guru Wahyudi mengutip pandangan Imam Ibnu Katsir yang menyatakan, bahwa pengakuan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya tanpa mengikuti keseluruhan cara hidup yang dibawa Nabi—termasuk sistem politik dan ekonominya—adalah sebuah kedustaan. Ia menekankan bahwa meneladani Nabi harus mencakup seluruh ucapan, perbuatan, dan keadaan, bukan parsial.

    Acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Cinta Quran ini mengusung tema “Meneladani Nabi Muhammad saw. dalam Semua Aspek Kehidupan”. Kegiatan diawali dengan pembacaan syair-syair maulid habsyi dan dibuka dengan sambutan dari panitia yang diwakili oleh Ust. H. Sutarto.

    (BS2)

    Latest Posts

    spot_img

    Baca Juga

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.