Sunday, February 15, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Talkshow Spesial Rajab di HST: Palestina Amanah Umat dan Refleksi Persatuan

    BANUASYARIAH, Barabai – Semangat pembelaan terhadap Palestina membuncah di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Ahad pagi (18/1/2026) dalam sebuah Talkshow Spesial Rajab 1447 H, bertajuk “Rajab: Bulan Mulia, Palestina Amanah Umat”.

    Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA ini menjadi momentum krusial bagi umat Islam di HST untuk merefleksikan kembali sejarah besar bulan Rajab, sekaligus merumuskan langkah konkret menghentikan genosida yang terus berlangsung di Palestina.

    Mewakili penyelenggara, Ustaz Wahyu dalam sambutannya menekankan, bahwa kehadiran peserta di majelis ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud syukur dan upaya mempererat ikatan persaudaraan Islam.

    “Ini adalah momen berharga untuk belajar di majelis taklim, sekaligus menambah silah ukhuwah. Semoga kegiatan ini membawa perubahan positif dari segala hal dalam diri kita, terutama dalam cara pandang kita terhadap kewajiban membela agama,” ungkapnya.

    Memasuki sesi inti, gelar wicara yang dipandu oleh Ustaz Arie, menghadirkan dua narasumber, Mudir Majelis Taklim Tafaqquh Fiddin Ustaz Ali Rahman, S.Pd., S.Sy. dan Cendekiawan Muslim Ust. Rakhiman, S.Pd.
    Dalam kesempatannya, Ustaz Ali membedah hubungan teologis antara Rajab dan Palestina. Dirinya menjelaskan, bahwa Palestina adalah tanah para Nabi dan tempat Isra Mikraj.
    “Solusi untuk membebaskannya tidak cukup dengan diplomasi, karena Rasulullah saw. mencontohkan, bahwa kekuatan militer harus dihadapi dengan kekuatan militer,” ungkapnya.

    Dimana Nabi Muhammad itu selain nabi, juga pemimpin negara dan panglima perang. Bahasa untuk menghadapi penjajahan militer seperti Israel hanyalah dengan jihad. Siapa yang bisa menggerakkan, tentu institusi negara yang setara.


    Senada, Ustaz Rakhiman kemudian menyoroti fakta geopolitik. Dirinya membantah anggapan bahwa umat Islam lemah.

    “Secara individu, mental pejuang dan umat Islam itu luar biasa tangguh. Tank Merkava kebanggaan Israel bisa hancur di tangan mereka. Israel itu wilayahnya kecil, hanya seluas Provinsi Bengkulu. Bayangkan jika potensi militer negara-negara Islam bersatu, Israel tidak ada apa-apanya. Masalahnya kita terpecah-belah dalam sekat nasionalisme,” jelasnya memberikan analogi yang logis.

    Antusiasme peserta terlihat jelas dalam sesi tanya jawab. Salah satu peserta melontarkan kegelisahannya mengenai kondisi umat Islam di Indonesia yang mayoritas, namun terkotak-kotak dan mudah diadu domba di media sosial.

    “Negara kita mayoritas muslim, tapi kita terpecah dalam kelompok-kelompok. Di media sosial, sesama muslim saling serang. Bagaimana menyatukannya menjadi satu kekuatan besar?” tanyanya.

    Menanggapi hal itu, para narasumber sepakat, bahwa persatuan hakiki (wihdatul ummah) hanya bisa terwujud jika umat kembali pada ikatan akidah dan visi politik Islam yang sama, yakni syariat dan khilafah, serta membuang fanatisme kelompok.

    Acara yang berlangsung hingga pukul 12.13 Wita ini ditutup dengan doa bersama. Peserta membubarkan diri dengan tertib, membawa semangat baru dan pemahaman yang lebih utuh, bahwa Palestina adalah amanah yang wajib diperjuangkan hingga tuntas. (BS)

    Latest Posts

    spot_img

    Baca Juga

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.