Sunday, February 15, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Tabuhan Rebana dan Pesan Syariat Kafah Tandai Semarak Tarhib Ramadan di Banjarmasin

    BANUASYARIAH, Banjarmasin – Suara tabuhan rebana menggema harmonis dari bak mobil pikap yang melaju pelan di kawasan Jalan Merdeka, Ahad (15/2/2026) pagi. Di belakangnya, barisan anak-anak dan orang dewasa dengan wajah semringah berjalan beriringan sembari mengibarkan kertas warna-warni ke udara. Pemandangan pagi itu bukan sekadar jalan santai biasa, melainkan luapan kegembiraan ratusan warga yang tak sabar menyambut datangnya “tamu agung” bulan suci.

    Suasana penuh sukacita tersebut terekam dalam pawai Tarhib Ramadan 1447 H yang digelar Komunitas Cinta Quran. Sejak pukul 08.00 Wita, peserta yang berasal dari Banjarmasin, dan kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Selatan ini, telah memadati titik kumpul di samping Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Kebanyakan dari mereka mengenakan pakaian berwarna cerah, menambah semarak suasana pagi di Kota Seribu Sungai.

    Pawai resmi dimulai pukul 08.30 Wita dengan rute mengelilingi jalan protokol pusat kota. Rombongan bergerak untuk kemudian berbelok menyusuri Jalan Jenderal Sudirman, Djok Mentaya, R. Suprapto, Soetoyo S., Anang Adenansi, Pangeran Samudra, Lambung Mangkurat hingga berhenti di depan Masjid Raya, tepatnya di Jalan Jendral Sudirman. Sepanjang perjalanan, lantunan zikir dan selawat terus berkumandang dari pengeras suara di mobil komando.

    Perwakilan panitia pelaksana, Ustaz Zainudin mengungkapkan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan untuk membangkitkan semangat umat Islam.

    “Kami mengajak masyarakat untuk sama-sama bergembira menyambut Ramadan. Kami membawa _tagline_ Ramadan adalah bulan takwa,” ujarnya di sela-sela acara.

    Lebih lanjut, Ust. Zainudin menekankan makna tema yang diusung dalam tarhib kali ini.

    “Ketakwaan yang hakiki itu adalah dengan menerapkan Islam secara kafah dalam seluruh aspek kehidupan kita. Mari kita berkomitmen agar Ramadan ini menjadikan kita hamba yang bertakwa,” tambahnya.

    Pesan-pesan tersebut juga terlihat jelas dari berbagai spanduk yang dibawa oleh peserta pawai. Beberapa di antaranya bertuliskan “Ramadan Momentum Penguatan Takwa dan Kesempurnaan Syariah” hingga ajakan untuk “Meninggalkan Kemungkaran”.

    Sesampainya di garis finis, kegiatan ditutup dengan orasi dari tiga mubalig. Dalam orasinya, Ustaz Faisal mengingatkan jemaah tentang keistimewaan bulan puasa yang tidak dimiliki bulan lain.

    “Ramadan adalah bulan penuh ampunan, pahala dilipatgandakan, dan doa dikabulkan. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan,” katanya.

    Selanjutnya, orator kedua, Guru H.M. Kafandi Fadholi, menekankan esensi puasa sebagai momen bagi rohani untuk memegang kendali atas keinginan jasmani. Dirinya mengingatkan jemaah agar tidak menjadikan Ramadan sekadar ajang pelampiasan nafsu makan yang berlebihan, karena hal itu justru menjauhkan manusia dari makna _ahsani taqwim_ (sebaik-baik bentuk penciptaan).

    “Latar belakang insana fi ahsani taqwim adalah seorang manusia yang rohaninya bisa menguasai gerak-gerik jasmani,” tegasnya.

    Lebih jauh, Guru Kafandi menarik korelasi antara ibadah puasa dengan kondisi bangsa. Menurutnya, kehancuran dan korupsi sering kali bermula dari ketidakmampuan menahan rakus dan nafsu duniawi.

    “Pelampiasan nafsu duniawi itulah yang membuat Indonesia hancur. Kalau mereka betul-betul puasa, maka Indonesia akan selamat,” pesannya dengan nada serius.

    Senada, orator ketiga, Guru Baihaki, menyerukan agar umat Islam menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan bahagia, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw. dan para sahabat.

    “Hilangkan duka lara. Umat Islam diperintah Allah untuk memasuki Islam secara sempurna dengan syariat-Nya, sehingga keberkahan rahmat dalam kehidupan kita, masyarakat, maupun negara akan diperoleh dari Allah Swt.,” pungkas Guru Baihaki.

    (BS)

    Latest Posts

    spot_img

    Baca Juga

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.