Friday, February 13, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Pemikiran Sekuler: Pemikiran yang Menghancurkan Bagi Umat Islam Catatan dari Dialog Muharram 1447 H Tokoh Tapin-HSS

    BANUASYARIAH, Tapin – Mengambil momen tahun baru Islam 1447 hijriyah, sejumlah tokoh dan ulama dari dua daerah bertetangga di Banua Enam, Tapin dan Hulu Sungai Selatan (HSS), berkumpul di Kota Rantau, menghadiri Dialog Muharam 1447 H yang mengambil tema “Hijrah, Merajut Ukhuwah, Merangkai Peradaban Islam Kafah”, Ahad (13/7/2025).

    Dialog dipandu Ustaz Syamsul Arifin, yang terlebih dahulu diawali lantunan ayat suci Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 102–110 oleh Ustaz Suprianto.

    Ustaz H Muhammad Abdullah Afif kemudian tampil meyampaikan sambutan mewakili sahibulhajat. Dalam awal sambutannya dipaparkan sejarah peristiwa penetapan Muharam sebagai awal tahun baru Islam, dengan mengambil patokan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad saw. dari Makkah ke Madinah.

    “Keputusan itu ditetapkan oleh Khalifah Umar bin Khattab setelah berdiskusi dengan para sahabat yang lain,” ungkapnya.

    Ust Afif juga menyampaikan 2 kandungan makna dari hijrah. Pertama, bisa dimaknai sebagai berpindahnya seseorang dari kemaksiatan kepada ketaatan. Kedua, bisa pula dimaknai berpindahnya seseorang dari darul kufur kepada darul Islam.

    “Selain bisa menjalin ukhuah di antara kita, acara ini juga diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada semuanya tentang bagaimana umat Islam bisa membangun peradaban Islam kafah,” urainya.

    Dialog Muharam ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Ustaz Muhammad Zaenuri dari Kabupaten Tapin, dan Ustaz Rizana Wahdi dari HSS.

    Ust. Zaenuri menyampaikan materi tentang mengungkap berbagai persoalan pada tubuh umat, yang menghalangi terbangunnya visi kesatuan umat Islam yang hakiki.

    “Potensi umat Islam ini sangat besar, baik dari segi jumlah penduduk maupun potensi sumber daya alamnya, tetapi sayangnya tidak bersatu,” paparnya.

    Akibatnya jelas Zaenuri, banyak umat Islam tertindas, seperti di Palestina, Rohingya, dan beragam permasalahan lainnya.

    “Permasalahan tersebut tidak akan selesai selama tidak diterapkan aturan Islam secara kafah,” tegasnya.

    Sementara itu, Ustaz Rizana dari Kandangan, menyampaikan tentang dakwah di tengah kehidupan sekuler.

    ”Berangkat dari kekalahan demi kekalahan dalam Perang Salib, orang barat mulai melancarkan perang pemikiran (ghazwul fikri). Salah satu pemikiran yang paling berperan dalam kehancuran umat Islam adalah pemikiran sekuler, memisahkan agama dari kehidupan,” tegasnya.

    Ust. Rizana menambahkan terkait pentingnya memunculkan kesadaran umat, tentang penerapan Islam secara kafah sebagai perintah dari Allah Swt.

    “Lalu apa yang bisa kita lakukan? Yang pertama adalah memperbaiki diri, kemudian memperbaiki kondisi umat, maka insyaAllah Islam rahmatan lil-‘alamin akan dirasakan oleh seluruh manusia,” pungkasnya.

    Acara kemudian diisi dengan dialog. Tampak beberapa tokoh masyarakat yang hadir sangat antusias memberikan pertanyaan dan tanggapannya. Acara ditutup dengan doa oleh Ustaz Muhammad Sumagianto, dilanjutkan dengan foto bersama.

    (Kontributor: Afif Abu Ibrahim)

    Latest Posts

    spot_img

    Baca Juga

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.