Monday, April 27, 2026
spot_img
More

    Latest Posts

    Ribuan Jemaah Padati Pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H di Banjarmasin Hari Ini, Khatib Serukan Persatuan Umat Islam

    BANUASYARIAH, Banjarmasin – Sekitar seribu jemaah dari berbagai usia memadati lokasi pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Banjarmasin pada hari Kamis (19/03/2026). Pelaksanaan ibadah ini berlangsung khidmat di bawah cuaca mendung. Meski rintik hujan sempat turun di beberapa titik lain di luar area, lokasi salat tetap kering setelah panitia memimpin doa bersama memohon agar hujan diturunkan di tempat lain.

    Sejak pagi, jemaah secara berbondong-bondong mendatangi lokasi salat dan disambut langsung oleh panitia yang menanti di gerbang pintu masuk. Suasana semakin syahdu dengan lantunan takbir yang terus bersahutan di lapangan.

    Mayoritas jemaah yang hadir berasal dari wilayah Banjarmasin dan sekitarnya, meski terdapat pula jemaah yang datang dari Kabupaten Barito Kuala hingga Kota Banjarbaru. Di area pelaksanaan salat, tampak terpasang backdrop berupa bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid, serta bendera putih di mimbar; keduanya dikenal dengan sebutan liwa dan Ar-royah.

    Bertindak sebagai imam pada salat Idulfitri kali ini adalah Ust. Ahmad Faisal, sedangkan khutbah disampaikan oleh Guru Wahyudi Ibnu Yusuf. Dalam khutbahnya yang bertajuk “Wahai Umat Islam, Belumkah Saatnya Kita Bersatu”, Guru Wahyudi menyoroti penderitaan kaum muslimin di Palestina yang harus melewati bulan puasa dan hari raya dalam suasana duka, akibat rumah dan masjid yang porak-poranda.

    Ia menegaskan bahwa kelemahan umat Islam saat ini disebabkan oleh perpecahan dan fanatisme nasionalisme. Oleh karena itu, Guru Wahyudi menyeru agar umat Islam mengesampingkan perbedaan cabang agama (khilafiyah furu’iyyah) dan bersatu padu untuk menjaga kemuliaan umat.

    “Bukankah Tuhan kita satu, kitab kita satu, nabi kita satu, kiblat kita satu. Lantas mengapa kita tak mau bersatu? Pertanyaan yang mesti kita jawab dengan aksi nyata untuk mewujudkannya. Dan semoga Allah memudahkan jalannya,” ajak Guru Wahyudi berapi-api.

    Terkait penetapan hari raya yang jatuh pada hari Kamis, perwakilan panitia, H. Hidayatul Akbar menjelaskan, bahwa keputusan ini diambil berdasarkan pemantauan hilal global. Umat Islam tercatat berpuasa selama 29 hari pada Ramadan tahun ini.

    “Hari ini kami melaksanakan salat Idulfitri 1447 Hijriah pada Kamis, tepatnya tanggal 19 Maret 2026, berdasarkan informasi rukyatulhilal di beberapa negara yang berhasil dilihat kemarin sore pada hari Rabu, yaitu di Afghanistan, kemudian di Mali dan Niger,” ungkap H. Hidayatul Akbar.

    Lebih lanjut ia memaparkan, bahwa berdasarkan pandangan mayoritas mazhab, penampakan hilal di satu wilayah berlaku bagi seluruh umat Islam di mana pun berada.

    “Berdasarkan pendapat jumhur mazhab, bahwasanya perbedaan matla, misalnya kemarin tidak melihat di Indonesia, tapi terlihat di tempat lain, maka hasil rukyat itu juga berlaku bagi kita di negeri yang berbeda matla,” tambah H. Hidayatul Akbar.

    Rangkaian ibadah Idulfitri ini kemudian diakhiri dengan tradisi bersalam-salaman secara melingkar, dengan jemaah saling bermaaf-maafan.

    (BS)

    Latest Posts

    spot_img

    Baca Juga

    Stay in touch

    To be updated with all the latest news, offers and special announcements.